DoNat

Foto saya
terus tegar.. tetap bertahan.... hahahaaaa.....
Tampilkan postingan dengan label Ringkasan Firman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ringkasan Firman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2011

Kepercayaan Abraham Diuji ( Kejadian 22 : 1 – 19 )




Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya
 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri ─ demikianlah firman TUHAN ─ :Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Dari cerita akan Abraham diuji ini kita dapat mengambil sebuah kesimpulan akan firman yang mengajarkan kita untuk sama seperti Abraham yang memiliki iman percaya yang penuh  dengan Allah. Dimana iman yaitu tidak terlihat akan tetapi kita yakin dan percaya. Maka karena itu Abraham disebut sebagai Bapa orang percaya karena ia memiliki iman yang begitu besar. Belajarlah dari Abraham menjadi seseorang yang memiliki iman yang kuat. Maka damai, sukacita akan menghampirinya.

Daud Melawan Goliat...

sewaktu kita masih berada pada sekolah minggu sudah sangat serig tyerdengar ditekinga kita tentang seorang anak kecil yang melawan manusia raksa yaitu Daud dengan badan yang kecil membawa 5 batu dan ketapel melawan Goliath yang berbadan besar dengan membawa pedang.

Daud sebelumnya telah diurapi oleh Samuel menjadi raja menggantikan Saul. Namun ia oleh kakak-kakaknya dianggap masih terlalu kecil dan tak layak untuk ikut berperang, sehingga ia hanya tinggal di rumah.
Dari antara orang Filistin tampil seorang pendekar bernama Goliat dengan tubuh yang luarbiasa besarnya. Tingginya dikatakan 6 hasta sejengkal atau sekitar 2,90-3.0 meter. Begitu besarnya tubuhnya sehingga dikatakan seperti raksasa. Setiap hari ia maju ke depan orang Israel dan menantang mereka untuk memajukan salah seorang dari mereka berhadapan dengannya. Itu dilakukan sampai hari keempat puluh.
Pada hari itu Isai, ayah Daud, menyuruh Daud mengantarkan makanan kepada kakak-kakaknya dan untuk melihat apakah mereka baik-baik saja. Daud terkejut dan tidak percaya waktu ia melihat sang raksasa Goliat itu petantang-petenteng di atas puncak bukit dan menantang setiap orang Israel untuk bertarung dengannya. Ketika hal itu dilakukannya oleh Goliat, semua orang Israel ketakutan setengah mati.
Terbakar semangat Daud mendengar makian dan tantangan Goliat. Ia mengajukan diri untuk melawan Goliat. Raja Saul tanpa kenal malu melihat seorang remaja Daud yang kecil ini dibanding dengan dirinya yang pengecut, mengenakan baju perangnya kepada Daud. Namun baju perang Saul yang kebesaran dan berat itu tidak diinginkan Daud. Itu hanya menghambat kebebasan dirinya.
Betapa terkejut Goliat melihat ada seorang anak laki-laki Israel yang masih remaja mendatanginya untuk berduel dengannya. Apakah ini suatu lelucon? Tak adakah orang kuat di Israel. Apalagi si remaja laki-laki ini mendatanginya dengan tongkat dan umban yang biasa dipakai untuk mengusir binatang.
Goliat pasti tertawa terbahak-bahak melihat kemunculan Daud, ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Tambahan lagi Daud datang hanya dengan tongkat dan umban. Ia berkata, "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para dewanya orang Filistin itu mengutuki Daud. Sesudah itu ia berkata kepada Daud, "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang."
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."
Dengan hanya satu hantaman batu kecil yang mengenai di antara kedua mata Goliat membuat si raksasa itu jatuh dan mati.
Dari cerita Daud ini banyak hal yang dapat kita ambil yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
                Pertama, walaupun dengan badan yang kecil ataupun dengan kemampuan yang sangat kecil tapi dengan memiliki iman yang kuat dan teguh dalam Tuhan dan selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita maka yakin dan percaya segala perkara dapat kita tanggu dalam Dia. Seperti yang tertulis dalam
(Filipi 4 : 13)
“Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang member kekuatan kepadaku”.
Kedua, janganlah kiranya kita bertindak dan berfikir seperti Goliat yang mengandalkan dirinya sendiri dengan segala keangkuhan dan kesombongannya. Seperti yang dikatakan oleh firman:
(Amsal 3 : 5)
“ Percayalah kepada TUHAN dengan sepenuh hatimu, dan janganlah mengandalkan pengertianmu sendiri”.